President Obama laid a wreath of red, white and blue flowers at ground zero on Thursday, honoring the nearly 3,000 people killed in the September 2001 terrorist attacks and marking the death of the perpetrator, Osama bin Laden.
The hushed ceremony, on a sunny, breezy day, was a somber coda to a triumphal week that began with Mr. Obama’s announcement Sunday night that American commandos had killed Bin Laden in his fortified compound in Pakistan.
Unlike so many other memorials held in this place, Thursday’s was not just to mourn those who died but to celebrate that, at last, a measure of justice had been done.
In a four-hour visit that included stops across Manhattan, the president held one-to-one meetings with people whose lives had been wrenched apart by Bin Laden: relatives of the victims, as well as firefighters, police officers, and other rescue workers who lost comrades that morning nearly a decade ago. (The New York Time Alert, Published May 5, 2011) Hampir 50 Persen Siswa Setuju Aksi Radikal Berlabel Agama
Hasil survei Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian menyatakan mayoritas pelajar sekolah menengah di Jabodetabek cenderung setuju menempuh aksi kekerasan untuk menyelesaikan masalah agama dan moral.
Pelajar di Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi ternyata cenderung setuju menempuh aksi kekerasan untuk menyelesaikan masalah agama dan moral. Fenomena ini terungkap dari hasil survei yang dilakukan Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian selama bulan Oktober 2010 hingga Januari 2011.
Menurut Direktur Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian, Bambang Pranowo, 49 persen siswa setuju aksi radikal. Sikap radikal dan tidak toleran itu tak hanya dimiliki para siswa, tapi juga para guru agama.
Bambang mengungkapkan survei tersebut dilakukan terhadap 1000 siswa dari 59 sekolah swasta dan 41 sekolah negeri dan tidak ada satu pun sekolah madrasah yang diambil jadi sampel.
Selain melakukan survei terhadap siswa, Lembaga Kajian Islam ini juga melakukan survei terhadap 600 orang guru agama. Ia juga mengungkapkan, para pelajar dan guru agama mengangap Pancasila sudah tidak relevan lagi sebagai dasar negara.
"Ketika ditanya tentang terkait dengan penyelesaian masalah-masalah keagamaan, memang mereka setuju dengan penggunaan cara-cara kekerasan. Ketika ditanya tentang tokoh semacam Imam Samudera melakukan pengeboman, ternyata mereka banyak mendukung," ujar Bambang, yang menambahkan bahwa sentimen itu juga dirasakan oleh para guru agama. (Voice of America, 27 April 2011)
Crackdown in ChinaIt has taken the arrest of Ai Weiwei, one of China’s best-known contemporary artists and an outspoken critic of the Chinese government, for the world to take notice that Beijing is in the midst of the largest crackdown on dissent in over a decade — one that differs ominously in scope, tactics and aims from previous campaigns.
Persija Jakarta vs Bontang FC: Partai Gusur-MengusurSetelah Sabtu (23/4) lalu, Persija Jakarta mempecundangi Arema Malang hingga tersungkur ke peringkat ketiga, kembali kesebelasan Ibukota kembali berupaya mengkudeta posisi Semen Padang. Pasalnya jarak poin Semen Padang yang berada di peringkat kedua hanya terpaut satu poin dengan Macan Kemayoran yang mengantongi 37 angka di peringkat tiga.
IT Security Salaries Stay Flat Despite Wave Of AttacksInformationWeek salary survey finds median base salary during the past 12 months mostly stayed the same or dipped slightly for security pros -- but they still make more than their IT counterparts
Semanu: Desa Belalang Penghasil Protein TinggiBila Anda penggemar wisata kuliner, tak ada salahnya bila sesekali berburulah makanan khas desa Semanu, Kecamatan Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta. Meski tak dapat dibilang sebagai masakan umumnya, menu khas belalang goreng tak ada salahnya dicicipi. Rasanya, jangan tanya. Gurih, kemripik dan berkandungan protein tinggi, tanpa kolesterol. Belalang.
 
 
Presiden: Akan Saya Veto Rencana Pembangunan Gedung DPR Seandainya jadi presiden, pertama yang akan saya ucapkan yaitu tidak hanya menghargai pendapat wakil rakyat di Senayan atas rencana pembangunan gedung DPR; tetapi menyesalkan rencana yang akan menghabiskan dana triliunan tidak tepat waktunya. Sebab jutaan rakyat di pelosok-pelosok Indonesia masih memerlukan sandang, pangan dan papan yang hingga kini belum tersentuh.
Selain alasan yang dikemukakan fraksi-fraksi di Gedung Kuping Gajah itu tidak masuk akal, dana pembangunan sebesar Rp.1,164 triliun sungguh melukai perasaan rakyat kecil. Bagaimana tidak. Para anggota dewan di Senayan itu beralasan penambahan ruangan nanti akan meningkatkan kinerja dewan, jelas tidak bisa diterima akal sehat.
Tidak ada korelasinya sedikitpun dengan membangun gedung nantinya, kemampuan anggota akan meningkat. Bagaimana mungkin, misalnya bila anggota dewan akan meningkat kapasistas bila cara berpikir dan bertindak tidak pernah bekerja profesional layaknya harapan konstituen mereka. Peningkatan kapasitas berpikir, tidak ada korelasi sedikitpun dengan penambahan ruang kerja seseorang. Kecuali kenyamanan.
Apakah dengan tingkat kenyamanan berkantor lantas kemudian kapasitas para anggota dewan akan melonjak drastis? Tidak juga. Bila dalih yang sering dijadikan alasan bahwa tempat kerja anggota saat ini sudah tidak lagi memadahi sebagai tempat yang dapat mendukung kemampuan berpikir, rasanya mengada-ada.
Bila anggota dewan dari fraks-fraksi lain tetap ngotot, saya akan panggil ketua fraksi partai yang saya dirikan untuk memveto rencana pembangunan gedung baru di komplek DPR Senayan. Kalau anggota fraksi partai saya juga nekat, saya akan mundur dari jabatan sebagai presiden. Kalau saya berani tentu.
Apa yang Dipikirkan Ketika Wanita BersenggamaApa yang terbersit dalam pikiran seorang wanita ketika berada di ranjang sedang melakukan hubungan intim? Tak semua orang tahu persis apa yang sedang dibayangkan dalam benak kaum hawa saat berada di ranjang, bersama suaminya. Jelas semua orang akan mencibir bila kaum ibu senang ”ngember” bercerita adegan ranjang yang dilakoninya semalam.
Efficacy and Safety of a 4-Drug Fixed-Dose CombinationEfficacy and Safety of a 4-Drug Fixed-Dose Combination Regimen Compared With Separate Drugs for Treatment of Pulmonary Tuberculosis. The Study C Randomized Controlled Trial
Natalie Portman: Pembela Hak Asasi BinatangKarir binting film belia kelahiran Jerusalem, Israel, Natalie Portman pantas memperoleh acungan jempol. Kehandalan bermain acting yang dimulainya sejak dini, membawanya ke puncak ketenaran dan berhasil menyisihkan posisi aktris tuwir Hollywood lain seperit Anggelia Jolly maupun Julia Robert sekalipun.
Males Ngeladenin Cowok Gatel di FBPostur tubuhnya terbilang munggil, 157 cm. Meski memiliki berat badan 53 kg, jangan kaget bila sesekali waktu ketemu dengannya di ketinggian puluhan meter di lereng gunung. Kumas Setiohadi Putri, pemilik tubuh munggil yang suka ’kelayapan’ mendaki gunung. Tidak hanya mendaki hobinya. Sejak kecil kesukaannya menulis puisi dan cerita pendek, menggembleng dirinya menjadi pewarta kampus. Tak mengherankan bila saat ini Kumas menjadi salah satu pewarta pers kamupus Scientiarum, Universitas Satya Wacana Salatiga.
Membangun Dinasti ’Kusta’ dalam PilkadaBuah reformasi yang digulirkan para mahasiswa dan aktivis prodemokrasi selain menerjang sistem pemilihan tunggal terpusat dalam pemilihan wakil rakyat di DPR dan presiden-wakil presiden, juga berimbas pada perubahan aturan main pemilihan kepala daerah.
Etika Profesional dan Kebebasan PersHampir 150 tahun yang silam, seorang wartawan berbakat dan agresif di sebuah kota kecil Amerika Serikat, Horace Greeley, menerbitkan surat kabar Dailly Star, yang menurut penutur sebuah cerita, beritanya menjengkelkan sebagian pembacanya. Sebabnya ialah, sungguh ironis, karena keberanian koran itu mengungkap kebenaran dan membongkar kebatilan.